Tidak ada komentar

Riksa Uji Pesawat Angkat dan Angkut Apa Saja yang Diuji?

Riksa uji pesawat angkat dan angkut? pernah mendengar tentang pesawat angkat angkut? jika belum pernah dengar mari simak penjelasannya. Riksa uji pesawat angkat angkut merupakan proses pemeriksaan dan pengujian untuk memastikan peralatan yang digunakan dalam kegiatan operasional berada dalam kondisi aman dan layak digunakan. Pemeriksaan ini penting karena alat angkat dan angkut digunakan untuk mengangkat, memindahkan, atau mengangkut beban, sehingga kondisi alat yang tidak sesuai dapat meningkatkan risiko kecelakaan kerja.

Pesawat angkat dan angkut mencakup berbagai peralatan seperti forklift, crane, hoist, gondola dan peralatan sejenis lainnya. Melalui proses riksa uji, kondisi komponen, fungsi, serta aspek keselamatan peralatan dapat diperiksa untuk mengetahui adanya kerusakan, keausan, atau kondisi yang berpotensi membahayakan saat alat digunakan.

riksa uji pesawat angkat dan angkut apa saja yang diuji

Pesawat Angkat-Angkut Apakah Perlu di Riksa Uji?

Pesawat angkat angkut perlu diperiksa dan diuji untuk menjaga dan menghindari kerusakan mesin agar tidak terjadi kecelakaan kerja di saat kegiatan operasional terlaksana. Hal ini sangat penting dilakukan untuk mencegah terjadinya kebakaran atau kerusakan yang mengganggu aktivitas operasional yang sedang berlangsung. Adapun kecelakaan akibat kerusakan pesawat angkat angkut:

  1. Tertimpa beban yang diangkat, hal ini dapat terjadi ketika pengikat, sling, atau perangkat pengangkat mengalami kegagalan sehingga beban terlepas dan jatuh ke area kerja.
  2. Forklift beban yang diangkat, kondisi ini terjadi karena kelebihan kapasitas, permukaan jalan yang tidak rata, kecepatan yang tidak sesuai, atau melakukan manuver dan belokan secara tiba-tiba.
  3. Alat angkat ambruk, kerusakan pada struktur, kegagalan komponen, atau ketidakseimbangan saat pengoperasian dapat menyebabkan alat angkat kehilangan kestabilan hingga roboh atau ambruk.
  4. Benturan atau terjepit, kecelakaan akibat tertabrak alat yang sedang bergerak atau terjepit di antara bagian alat, material, maupun komponen yang bergerak.

Apa Saja yang Diperiksa dalam Riksa Uji Pesawat Angkat Angkut? 

1. Pemeriksaan Visual dan Kondisi Struktur Utama

Pemeriksaan dilakukan terhadap kondisi struktur utama peralatan, seperti boom, crane, girder, body, dan guard. Selain, itu, pemeriksaan mencakup sambungan las dan baut, kondisi roda, rel, rantai, pulley, serta komponen pendukung lainnya. Serta identifikasi kapasitas dan spesifikasi teknis alat juga dilakukan sebagai bagian dari pemeriksaan.

2. Evaluasi Fungsi dan Sistem Keselamatan

Pengujian mencakup fungsi sistem rem dan pengunci, sensor pembatas gerakan atau batas angkat, serta sistem pengaman terhadap beban berlebih. Komponen keselamatan lainnya seperti sistem penghentian darurat, lampu indikator, pencahayaan, klakson, panel listrik, dan sistem kontrol juga diperiksa untuk memastikan dapat berfungsi dengan baik.

3. Pengujian Beban (Load Test)

Pengujian beban dilakukan mengetahui kemampuan peralatan dalam menahan dan mengangkat beban sesuai kapasitasnya. Pengujian dapat meliputi uji beban statis sebesar 1,25 kali kapasitas nominal dan uji dinamis sebesar 1,1 kali kapasitas nominal, serta pengujian gerakan dan beban kerja sesuai kebutuhan pemeriksaan.

4. Pengujian Tidak Merusak (Non-Destructive Test/NDT)

Apabila diperlukan, pemeriksaan dapat dilengkapi dengan metode pengujian tidak merusak untuk mendeteksi kondisi atau cacat pada komponen tertentu. metode yang dapat digunakan antara lain Penetrant Testing (PT), Ultrasonic Testing (UT), Magnetic Particle Testing (MMT), dan Radiographic Testing (RT).

Kesimpulan

Pesawat angkat angkut merupakan peralatan yang memiliki peran penting dalam menunjang kegiatan operasional, terutama untuk mengangkat, memindahkan, dan mengangkut material atau barang. Karena untuk menangani beban dan memiliki bagian yang bergerak, kondisi alat perlu diperiksa dan diuji secara berkala untuk memastikan fungsi serta aspek keselamatannya tetap terjaga. Riksa uji membantu mengidentifikasi kerusakan, keausan, maupun potensi bahaya yang dapat meningkatkan risiko kecelakaan kerja.

Dengan melakukan riksa uji pesawat angkat-angkut, perusahaan dapat memastikan peralatan yang digunakan berada dalam kondisi aman dan sesuai dengan persyaratan keselamatan kerja yang berlaku. Pemeriksaan yang dilakukan meliputi kondisi struktur, sistem keselamatan, pengujian beban, hingga pengujian tidak merusak apabila diperlukan. Pastikan pemeriksaan dilakukan oleh pihak yang kompeten agar hasil pengujian dapat dipertanggungjawabkan dan mendukung operasional perusahaan yang lebih aman.

Setelah mengetahui penjelasan di atas perlu pastikan forklift, crane, hoist, dan peralatan angkat angkut lainnya telah melalui pemeriksaan dan pengujian yang diperlukan. PT Teman Inspeksindo Sejahtera siap membantu kebutuhan Riksa Uji K3 untuk memastikan peralatan Anda diperiksa secara profesional dan sesuai ketentuan yang berlaku. Hubungi kami untuk konsultasi dan informasi layanan Riksa Uji Pesawat Angkat dan Angkut, dengan klik disini!

Tags: Artikel

Artikel Riksa Uji K3 Lainnya

garis hijau

Tertarik dengan jasa kami?