Penyalur petir rusak bisa saja terjadi akibat dari kurangnya maintenance dari pemilik atau akibat dari cuaca yang lembab sehingga terjadi korosi pada komponennya, hal ini pun lumrah terjadi ketika penyalur petir sudah lama terpasang dan tidak mendapatkan pemeriksaan secara berkala.
Kerusakan pada penyalur petir tidak selalu terlihat secara langsung. Beberapa komponen mungkin tampak masih dalam kondisi baik, oleh karena itu, penting untuk mengetahui kondisi penyalur petir secara berkala melalui pemeriksaan dan pengujian. Dengan pemeriksaan yang tepat potensi kerusakan dapat diketahui lebih awal sehingga dapat dilakukan perbaikan atau tindakan yang diperlukan sebelum menimbulkan risiko lebih besar.
Ciri-Ciri Penyalur Petir Mengalami Kerusakan
Penyalur petir yang rusak terlihat dari kerusakan komponen dan kerusakan sistemnya, beberapa ciri-ciri kerusakannya adalah sebagai berikut:
Kerusakan Komponen Penyalur Petir
- Batang penerima (splitzen) korosi, komponen penyalur petir ini dapat ditemukan di ujung logam penangkal petir di atas atap tampak berkarat, tumpul, patah atau meleleh akibat sambaran sebelumnya.
- Kabel Konduktor terkelupas atau putus menyebabkan kabel tembaga atau AI penghantar arus dari atas ke bawah mengalami retak, putus, atau sambungannya terlepas dari jalur utama.
- Klem pengikat longgar, komponen pada penyalur petir ini berfungsi sebagai penyangga atau klem kabel di dinding lepas sehingga kabel tidak stabil dapat menyebabkan kerusakan.
Kerusakan Sistem Penyalur Petir
- Alat elektronik sering rusak, ketika perangkat elektronik seperti TV, router, atau lampu di rumah kerap rusak dan konslet meski tidak tersambar petir secara langsung terjadi karena penyalur petir mengalami kerusakan akibat dari induksi yang gagal diredam.
- Nilai resistansi grounding tinggi, setelah menentukan hasil pengukuran earth tester menunjukan resistansi tanah di atas standar aman yaitu lebih dari 5 ohm.
- Sering terjadi korsleting internal pada jaringan listrik rumah ketika tiba-tiba turun (trip) atau timbul percikan api pada panel listrik saat terjadi petir di sekitar area rumah.
Apa Saja Bagian yang Harus Dicek pada Penyalur Petir?

Pemeriksaan penyalur petir perlu dilakukan pada beberapa bagian utama untuk memastikan seluruh sistem masih dalam kondisi baik dan dapat menjalankan fungsinya dengan optimal. Berikut bagian yang perlu diperhatikan:
1. Air Terminal (Ujung Penerima / Spitzen)
Air terminal merupakan bagian yang berada di titik paling atas dari sistem penyalur petir dan menjadi titik penerima sambaran petir. Komponen ini biasanya ditempatkan di puncak bangunan atau area yang akan dilindungi.
Saat pemeriksaan, kondisi fisik air terminal perlu diperhatikan termasuk kemungkinan adanya korosi, kerusakan, atau pemasangan yang sudah tidak kokoh. Secara umum, air terminal dapat berupa sistem konvensional seperti batang Franklin maupun sistem elektrostatis atau Early Streamer Emission (ESE) yang dirancang dengan mekanisme ionisasi untuk membantu memberikan perlindungan pada area tertentu.
2. Down Conductor (Kabel Penyalur)
Down conductor atau penghantar penyalur merupakan konduktor yang menghubungkan air terminal dengan sistem grounding. Komponen ini menjadi jalur bagi arus petir untuk diteruskan dari bagian atas bangunan menuju tanah.
Pemeriksaan perlu dilakukan untuk memastikan kabel atau penghantar tidak putus, rusak, korosi maupun longgar. Jalur penghantar juga perlu diperhatikan agar pemasangannya baik dan tidak memiliki kondisi yang dapat mengganggu kelancaran penyaluran arus petir.
3. Grounding System (Sistem Pertahanan)
Grounding system pada instalasi penyalur petir karena berfungsi sebagai jalur untuk melepaskan dan menyebarkan arus petir ke dalam tanah. Sistem ini umumnya menggunakan elektroda yang ditanam ke dalam tanah.
Pada bagian ini, pemeriksaan tidak cukup hanya dilakukan secara visual. Kondisi elektroda, sambungan, dan jalur penghantar perlu diperhatikan, serta dilakukan pengukuran nilai tahanan pentanahan, semakin optimal pula proses pelepasan arus gangguan ke tanah. Karena itu, hasil pengukuran tahanan pentanahan menjadi salah satu hal penting yang perlu diperhatikan dalam pemeriksaan penyalur petir.
Kapan Penyalur Petir Perlu Dilakukan Riksa Uji?
Instalasi penyalur petir perlu diperiksa dan diuji secara berkala, umumnya setiap 2 tahun sekali sesuai dengan Peraturan Menteri Tenaga Kerja No. PER.02/MEN/1989 tentang Pengawasan Instalasi Penyalur Petir.
Hal yang perlu diperhatikan pada penyalur petir adalah sebagai berikut:
- Pemeriksaan dilakukan setiap dua tahun sekali untuk memastikan sistem tetap berfungsi dengan baik.
- Memastikan perubahan dan setelah perbaikan tidak mempengaruhi kinerja sistem.
- Pastikan instalasi telah berfungsi dan memenuhi persyaratan atau standar yang berlaku.
- Sebelum musim hujan perlu pemeriksaan sebagai antisipasi agar tidak terjadi kerusakan saat hujan musim hujan tiba.
Pastikan Penyalur Petir Anda Tetap Berfungsi dengan Baik
Jangan menunggu penyalur petir mengalami kerusakan atau terjadi masalah saat sambaran petir. Pemeriksaan dan pengujian secara berkala penting dilakukan untuk mengetahui kondisi air terminal, down conductor, grounding system, serta komponen lainnya.
PT Teman Inspeksindo Sejahtera siap membantu kebutuhan pemeriksaan dan pengujian instalasi penyalur petir untuk memastikan kondisi sistem tetap aman dan sesuai dengan persyaratan yang berlaku. Klik disini sekarang untuk konsultasi pengujian dan pemeriksaan instalasi penyalur petir Anda!



